MADU OBAT ALAMI
Obat adalah bahan berkhasiat yang mampu mengubah faal, fisiologi, dan biokimia tubuh sehingga yang sakit menjadi lebih sehat dan yanh sehat lebih bugar. Dengan khasiat yang menyerupai obat, dapat dikatakan madu adalah obat alami karena tidak perlu diolah di laboratorium. Madu sudah ada di alam dan tinggal diambil dari sarangnya.
Melalui perkembangan teknologi, kini madu dapat dijumpai dalam berbagai bentuk seperti krim oles, sirup, tablet, kapsul, dan lain-lain.
Dari sekian banyak obat tradisional, madu salah satu obat tradisional yang paling banyak dibuat uji klinisnya karena khasiatnya yang beraneka ragam. Madu mengandung gula berupa glukosa, fruktosa dan sukrosa hampir 90%. Fruktosa tidak membutuhkan insulin untuk diubah menjadi glikogen sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, yang kekurangan insulin. Karena itu penderita diabetes tetap dapat memperoleh energi dalam bentuk glikogen bagi tubuhnya.
Zat nutrisi yang di dalam madu antara lain kalsium, magnesium, kalium, natrium, cuprum, seng, iodin, klor, sulfur dan fosfat; vitamin B kompleks, K, dan B3; enzim amilase, invertase, phosphatase, catalase dan peroxidase, dan zat lain seperti asam organik, asam amino, dan acetylcholine.
Kandungan kalium yang tinggi dalam madu akan membuat pembuluh darah penderita darah tinggi menjadi lebar, sehingga membantu menurunkan tekanan darah. Madu yang baik dan tahan lama memiliki kandungan air kurang dari 18%, yang mana bila disimpan tidak terjadi fermentasi. Kandungan asam organik dalam madu penting untuk menjaga tingkat keasaman dan cita rasa madu. selain itu, madu mengandung antioksidan tinggi dan berfungsi sebagai zat antipenuaan dan mengandung pelembab.
Yang luar biasa, madu dapat mencegah infeksi pada luka bakar karena mengandung zat yang bersifat antibakteri.
Madu sebagai obat maag bekerja dengan cara merapatkan luka di lambung. Madu merupakan suplemen yang tepat bagi penderita maag karena vitaminnya lengkap dan menghasilkan energi. seperti diketahui, penderita maag dianjurkan makan sedikit tapi berenergi. Madu bersifat asam. Tetapi, asam yang dihasilkan madu dapat diterima oleh lambung kita jadi tidak menimbulkan rasa sakit.
Madu yang dioleskan di atas luka akan menghasilkan zat kental yang memiliki tekanan osmotis tinggi yang mampu menjadi penghalang invasi bakteri pada luka. Luka dapat diolesi dengan madu karena madu bersifat higroskopis (menyerap air). Madu tersebut menyerap air pada luka sehingga madu yang sebelumya kental menjadi encer. Bersamaan dengan semakin encernya madu, ia pun aktif membasmi kuman.
Enzim-enzim yang terkandung di dalam madu meningkatkan penyembuhan dan pembentukan jaringan, menyerap nanah sehingga dapat mebersihkan luka, selain juga mengurangi nyeri, iritasi, dan menghilangkan bau yang menyengat. Ini karena madu mampu bereaksi lebih cepat dalam menyembuhkan luka bakar dibanding zat aktif lain seperti antibiotika (48%).
Tiga sendok teh madu memberikan rasa manis dan kalori yang sama dengan 1 gelas gula pasir. Air hangat dicampur madu merupakan minuman Nabi Muhammad SAW setiap pagi dan sore. Sejak 2000 tahun sebelum Masehi orang sudah menggunakan madu sebagai antikuman, antibiotik, dan antimikroba. Karena memiliki pH yang asam madu dapat membunuh kuman, kecuali kuman TBC sebab bersifat BTA (Basa Tahan Asam).
EFEK FARMAKOLOGIS MADU:
- Antiseptik
- Meningkatkan stamina
- Membantu pencernaan.
Pada saat kita menelan madu, saluran empedu akan mencerna dengan mengeluarkan zat empedu. Zat empedu membuat pencernaan akan lebih baik, selera makan lebih bagus, menyembuhkan tukak lambung.
- Membantu pemulihan fungsi saraf karena mengandung Kalium, B12, dan asam folat. Vitamin B12 sangat membantu mereka yang memiliki dimensia, pikun, disfungsi ereksi. dll.
sumber majalah HARMONI edisi6
Jangan menyerah, Hidup sekali ..Hiduplah yg berarti dan bermanfaat bagi orang lain,,,
Selasa, 02 Maret 2010
bicara tentang madu lebah
Walaupun Al Qur’an telah menjelaskan dengan jelas bahwa dalam madu terdapat obat bagi penyakit, namun tetap saja ada sebagian yang masih meragukan akan keajaiban madu sebagai salah satu media pengobatan terhadap penyakit. Namun kebenaran Al Qur’an adalah haq, sampai pun ketika para ahli meneliti tentang keajaiban madu terkait dengan kandungan dan komposisi yang terkandung dalam madu, maka bener-benar terbukti bahwa madu adalah merupakan obat bagi penyakit yang diderita manusia, Walhamdulillah..
Berikut sebagian perkataan para ahli tentang madu dan komposisinya sebagai obat bagi penyakit pada manusia.
Bakteri tidak mampu melawan madu
Dalam sebuah artikel di majalah Dis Lancet Infect bulan Februari 2003 Dr. Dixon menegaskan adanya kekuatan besar dalam madu yang mampu mengalahkan bakteri, dimana bakteri-bakteri tersebut tidak mampu bertahan di hadapan madu. Penulis menganjurkan untuk menggunakan madu dalam mengobati berbagai jenis luka termasuk luka bakar.
Madu dan Kesehatan Mulut
Dalam artikel di sebuah majalah Dentgen, bulan Desembber 2001 Prof. Amoln menegaskan bahwa madu bias memainkan peranan penting dalam pengobatan penyakit-penyakit gusi, sariawan dan berbagai gangguan mulut lainnya. Hal itu juga disebabkan madu memiliki spesifikasi anti baktri.
Madu dan Infeksi Lambung (maag) dan tukak lambung
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam majalah Pharmacolres tahun 2001 para peneliti menyatakan bahwa madu bisa membantu pengobatan infeksi lambung. Para peneliti juga melakukan penelitian tentang pangaruh madu alami terhadap bakteri yang terbukti bisa menyebabkan terjadinya tukak lambung atau infeksi lambung, yang dikenal dengan bakteri philory, Diperoleh kejelasan bahwa pemberian cairan madu dengan konsentrasi 20% dapat melemahkan bakteri tersebutdi piring percobaan.
Madu dan Penyakit Jantung
Dr. FG Winarno Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Pangan Institit Pertanian Bogor dalam bukunya ” Madu, Teknologi, Khasiat dan Analisanya,” menyatakan gula dan mineral dalam madu berfungsi sebagai tonikum bagi jantung. Otot-otot jantung bekerja tanpa henti sehingga selalu membutuhkan glukosa sebagai sumber tenaga untuk mengganti energi yang hilang. Nutrisi madu sebagaian besar (315) terdiri atas glukosa.
(dari berbagai sumber)
Berikut sebagian perkataan para ahli tentang madu dan komposisinya sebagai obat bagi penyakit pada manusia.
Bakteri tidak mampu melawan madu
Dalam sebuah artikel di majalah Dis Lancet Infect bulan Februari 2003 Dr. Dixon menegaskan adanya kekuatan besar dalam madu yang mampu mengalahkan bakteri, dimana bakteri-bakteri tersebut tidak mampu bertahan di hadapan madu. Penulis menganjurkan untuk menggunakan madu dalam mengobati berbagai jenis luka termasuk luka bakar.
Madu dan Kesehatan Mulut
Dalam artikel di sebuah majalah Dentgen, bulan Desembber 2001 Prof. Amoln menegaskan bahwa madu bias memainkan peranan penting dalam pengobatan penyakit-penyakit gusi, sariawan dan berbagai gangguan mulut lainnya. Hal itu juga disebabkan madu memiliki spesifikasi anti baktri.
Madu dan Infeksi Lambung (maag) dan tukak lambung
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam majalah Pharmacolres tahun 2001 para peneliti menyatakan bahwa madu bisa membantu pengobatan infeksi lambung. Para peneliti juga melakukan penelitian tentang pangaruh madu alami terhadap bakteri yang terbukti bisa menyebabkan terjadinya tukak lambung atau infeksi lambung, yang dikenal dengan bakteri philory, Diperoleh kejelasan bahwa pemberian cairan madu dengan konsentrasi 20% dapat melemahkan bakteri tersebutdi piring percobaan.
Madu dan Penyakit Jantung
Dr. FG Winarno Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Pangan Institit Pertanian Bogor dalam bukunya ” Madu, Teknologi, Khasiat dan Analisanya,” menyatakan gula dan mineral dalam madu berfungsi sebagai tonikum bagi jantung. Otot-otot jantung bekerja tanpa henti sehingga selalu membutuhkan glukosa sebagai sumber tenaga untuk mengganti energi yang hilang. Nutrisi madu sebagaian besar (315) terdiri atas glukosa.
(dari berbagai sumber)
madu lebah
USC University Hospital melaporkan bahwa madu dapat membantu meredakan sinusitis kronis.
Satu studi laboratorium yang dilakukan di University of Ottawa menemukan bahwa "penghapus kuman alamiah" yang terkandung di dalam madu dapat membunuh bakteri yang mengakibatkan sinusitis", demikian ditulis oleh Xinhuanet-OANA.
Beberapa peneliti menguji coba madu pada bahan "biofilm" yang berisi bakteri sinusitis, dan mendapati bahwa madu sesungguhnya lebih efektif dalam membunuh bakteri dibandingkan dengan anti-biotik, yang digunakan secara tradisional.
Direktur Pediatric Clinical Research di Penn State Dr Ian Paul mengomentari studi baru tersebut. "Bakteri tidak berkembang secara baik di dalam madu! Ada data bahwa madu mujarab untuk mengobati luka, dalam memusnahkan bakteri yang berkembang pada luka. Jadi, sama sekali tidak mengejutkan bahwa madu akan efektif dalam membunuh bakteri ini."
Dr Paul dan satu tim di Penn State College of Medicine menyelesaikan satu studi lain tahun lalu, yang mendapati bahwa madu lebih efektif dibandingkan dengan obat batuk komersial dalam meredakan batuk pada anak-anak.
Ada dua jenis madu yang ditemukan para peneliti Kanada tersebut terbukti paling efektif terhadap sinusitis: madu Manuka dari Selandia Baru dan madu Sidr dari Yaman.
sumber: Kompas.com
Satu studi laboratorium yang dilakukan di University of Ottawa menemukan bahwa "penghapus kuman alamiah" yang terkandung di dalam madu dapat membunuh bakteri yang mengakibatkan sinusitis", demikian ditulis oleh Xinhuanet-OANA.
Beberapa peneliti menguji coba madu pada bahan "biofilm" yang berisi bakteri sinusitis, dan mendapati bahwa madu sesungguhnya lebih efektif dalam membunuh bakteri dibandingkan dengan anti-biotik, yang digunakan secara tradisional.
Direktur Pediatric Clinical Research di Penn State Dr Ian Paul mengomentari studi baru tersebut. "Bakteri tidak berkembang secara baik di dalam madu! Ada data bahwa madu mujarab untuk mengobati luka, dalam memusnahkan bakteri yang berkembang pada luka. Jadi, sama sekali tidak mengejutkan bahwa madu akan efektif dalam membunuh bakteri ini."
Dr Paul dan satu tim di Penn State College of Medicine menyelesaikan satu studi lain tahun lalu, yang mendapati bahwa madu lebih efektif dibandingkan dengan obat batuk komersial dalam meredakan batuk pada anak-anak.
Ada dua jenis madu yang ditemukan para peneliti Kanada tersebut terbukti paling efektif terhadap sinusitis: madu Manuka dari Selandia Baru dan madu Sidr dari Yaman.
sumber: Kompas.com
Minggu, 14 Februari 2010
herba agen anti tumor
Terdapat dua cara bagaimana menghilangkan sesuatu tumor di kulit yaitu:-
1. Pengecutkan
2. Pemasakan dan pemecahan
Pengempesan lebih baik kerana ia tidak melibatkan darah yang dikeluarkan.Jika kaedah pemasakan dipilih bukan hanya darah malah nanah juga akan turut keluar dalam masa yang agak lama.
Kaedah pengempesan menggunakan pelbagai herba yang “serasi” dengan sesuatu penyakit.Serasi atau tidak diukur dengan rasa iaitu jika pesakit merasa sejuk seperti diletakan sepotong es menunjukan ia serasi atau sesuai dengan herba tersebut.
Herba-herba untuk pengempesan/pengecilan:-
1. Naga buana
2. Sisik naga
3. Tanah liat putih
4. Akar mertajam
5. Ubi bemban/ubi garut – Indonesia
6. Semalu gajah
7. Akar raya putih/akar pokok sepatu putih
8. Akar pokok kaki merpati
9. Bedak sejuk/bedak dingin- ind
Herba untuk pemecahan bengkak biasa digunakan cendawan susu harimau dan herba-herba yang lain.(jawiherbshop)
1. Pengecutkan
2. Pemasakan dan pemecahan
Pengempesan lebih baik kerana ia tidak melibatkan darah yang dikeluarkan.Jika kaedah pemasakan dipilih bukan hanya darah malah nanah juga akan turut keluar dalam masa yang agak lama.
Kaedah pengempesan menggunakan pelbagai herba yang “serasi” dengan sesuatu penyakit.Serasi atau tidak diukur dengan rasa iaitu jika pesakit merasa sejuk seperti diletakan sepotong es menunjukan ia serasi atau sesuai dengan herba tersebut.
Herba-herba untuk pengempesan/pengecilan:-
1. Naga buana
2. Sisik naga
3. Tanah liat putih
4. Akar mertajam
5. Ubi bemban/ubi garut – Indonesia
6. Semalu gajah
7. Akar raya putih/akar pokok sepatu putih
8. Akar pokok kaki merpati
9. Bedak sejuk/bedak dingin- ind
Herba untuk pemecahan bengkak biasa digunakan cendawan susu harimau dan herba-herba yang lain.(jawiherbshop)
EPO SOFT GEL
Evening primrose is a beautiful plant that is often considered a weed in gardens. It flourishes in temperate regions all over North America, Europe, and many other places throughout the world, but it is most commonly grown and used in Canada and America. Evening primrose can be up to eight feet in height, and it has beautiful blossoms. The plant blooms all throughout the summer, but each blossom lasts only one day. It blooms as the set sets and then withers in the sunlight, which is why it is called “evening primrose.” The seeds are about 5 cm long and are crushed to manufacture the oil that is used in cosmetics and pharmaceuticals.
The oil of evening primrose is very rich in polysaturated comega-6 fatty acids, which are necessary fatty acids that body needs to complete numerous functions including insulin absorption, regulating the heart, and regulating mood. The body does not manufacture these fatty acids on its own, so they have to be taken as food or food supplements. Aside from the omega-6 fatty acids, evening primrose oil has linoleic acid and gamma-linolenic acid (“GLA”). Both of these acids are very important and very beneficial to general well-being. Linoleic acid is thought to help the body make use of insulin, regulate weight, and prevent cancer and heart disease. GLA is thought to reduce swelling or irritation. Because of the high GLA content of evening primrose, it is recommended to help treat inflammatory ailments like asthma or arthritis. Research also indicates that evening primrose could benefit sufferers of chronic fatigue syndrome, but little is understood about chronic fatigue syndrome and further studies are needed.
Evening primrose oil is also used to treat the symptoms of pre-menstrual syndrome, menopause, and the soreness of the breasts that often accompanies menstruation. GLA is often recommended to help ease the discomforts of PMS, and evening primrose has high levels of GLA. However, systematic testing of these applications is lacking. Many of the benefits of evening primrose have yet to be thoroughly studied.
Evening primrose oil can be taken both internally and externally. It has been known to improve acne, eczema, psoriasis, and other skin problems. Evening primrose oil is also used in many lotions and creams since it has emollient properties that hydrate and soften the skin.
Dosage Recommendations
The oil of evening primrose is commonly taken in pill form or in creams designed for external use. One pill of the oil generally consists of about 9% GLA. When used to treat atopic dermatitis, usually 320-480mg of GPA are taken in small increments throughout the day. When taken to treat rheumatoid arthritis, usually about 360mg-2.8g are taken daily in small increments. Sometimes doses of up to 2g per day are taken when it is used to treat hypertriglyceridemia. Doses of evening primrose oil, when taken medicinally, should always include some form of antioxidant, like vitamin E, to ensure the unsaturated fatty acids don’t oxidize.
The oil of evening primrose is very rich in polysaturated comega-6 fatty acids, which are necessary fatty acids that body needs to complete numerous functions including insulin absorption, regulating the heart, and regulating mood. The body does not manufacture these fatty acids on its own, so they have to be taken as food or food supplements. Aside from the omega-6 fatty acids, evening primrose oil has linoleic acid and gamma-linolenic acid (“GLA”). Both of these acids are very important and very beneficial to general well-being. Linoleic acid is thought to help the body make use of insulin, regulate weight, and prevent cancer and heart disease. GLA is thought to reduce swelling or irritation. Because of the high GLA content of evening primrose, it is recommended to help treat inflammatory ailments like asthma or arthritis. Research also indicates that evening primrose could benefit sufferers of chronic fatigue syndrome, but little is understood about chronic fatigue syndrome and further studies are needed.
Evening primrose oil is also used to treat the symptoms of pre-menstrual syndrome, menopause, and the soreness of the breasts that often accompanies menstruation. GLA is often recommended to help ease the discomforts of PMS, and evening primrose has high levels of GLA. However, systematic testing of these applications is lacking. Many of the benefits of evening primrose have yet to be thoroughly studied.
Evening primrose oil can be taken both internally and externally. It has been known to improve acne, eczema, psoriasis, and other skin problems. Evening primrose oil is also used in many lotions and creams since it has emollient properties that hydrate and soften the skin.
Dosage Recommendations
The oil of evening primrose is commonly taken in pill form or in creams designed for external use. One pill of the oil generally consists of about 9% GLA. When used to treat atopic dermatitis, usually 320-480mg of GPA are taken in small increments throughout the day. When taken to treat rheumatoid arthritis, usually about 360mg-2.8g are taken daily in small increments. Sometimes doses of up to 2g per day are taken when it is used to treat hypertriglyceridemia. Doses of evening primrose oil, when taken medicinally, should always include some form of antioxidant, like vitamin E, to ensure the unsaturated fatty acids don’t oxidize.
Kamis, 24 September 2009
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H
Assalamu'alaikum
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H, mohon Maaf lahir dan bathin
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H, mohon Maaf lahir dan bathin
Rabu, 26 Agustus 2009
selamat menunaikan puasa ramadhan 1430H
Allah swt. berfirman, “Dan barangsiapa yang
beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada
hatinya..” (At-Taghâbun [64] : 11)
Bersemainya
hidayah dalam hati merupakan dasar dari segala hidayah, fondasi segala
pertolongan Allah swt., dasar seluruh kehidupan dan inti dari segala
perbuatan.
Dalam hadits shahih,
Rasulullah saw. bersabda, “Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh ada
segumpal darah, apabila ia baik maka seluruh tubuh akan baik, dan
apabila ia rusak, maka seluruh tubuh akan rusak pula. Ketahuilah
segumpal darah itu adalah hati.” HR Bukhari Muslim
Karenanya,
hati yang baik dan sehat merupakan kunci kebahagiaan di dunia dan
akhirat. Rusaknya hati adalah awal kehancuran segala musibah dan
petaka, yang tidak diketahui bentuknya kecuali Allah swt.
Allah
swt. berfirman, “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang
menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (Qâf [50] : 37)
Setiap
makhluk mempunyai hati, tapi antara hati yang satu dan yang lain itu
berbeda. Ada hati yang hidup, memancarkan cahaya keimanan, tertanam
keyakinan, dan sejahtera dengan ketakwaan, ada juga hati yang mati,
kotor, berpenyakit, dan di dalamnya terdapat (virus) yang membinasakan. tetapi dalam tafsiran Lain menyatakan Qolbu itu bukan Hati tapi Ianya adalah JANTUNG, ini diisyaratkan jika seorang muslim sholat ada sebagian ulama yg cara bersedekap setelah takbirotul ihrom yaitu dengan memegang dada kiri tubuh badan, juga ditafsirkan dalam ayat qur'an lain bahwa Qolbu itu terletak di DADA ...Qolbu lladzi fii shudur....maka dalam bahasa english juga arti kata Heart adalah jantung bukan hati, jika hati bahasa englishnya adalah Liver, Wallohu'alam tentang makasud hati pada hadist ini, tetapi yg jelas ada hikmah yg besar dibalik semua ayat yg mutasyabihat itu..
beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada
hatinya..” (At-Taghâbun [64] : 11)
Bersemainya
hidayah dalam hati merupakan dasar dari segala hidayah, fondasi segala
pertolongan Allah swt., dasar seluruh kehidupan dan inti dari segala
perbuatan.
Dalam hadits shahih,
Rasulullah saw. bersabda, “Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh ada
segumpal darah, apabila ia baik maka seluruh tubuh akan baik, dan
apabila ia rusak, maka seluruh tubuh akan rusak pula. Ketahuilah
segumpal darah itu adalah hati.” HR Bukhari Muslim
Karenanya,
hati yang baik dan sehat merupakan kunci kebahagiaan di dunia dan
akhirat. Rusaknya hati adalah awal kehancuran segala musibah dan
petaka, yang tidak diketahui bentuknya kecuali Allah swt.
Allah
swt. berfirman, “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang
menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (Qâf [50] : 37)
Setiap
makhluk mempunyai hati, tapi antara hati yang satu dan yang lain itu
berbeda. Ada hati yang hidup, memancarkan cahaya keimanan, tertanam
keyakinan, dan sejahtera dengan ketakwaan, ada juga hati yang mati,
kotor, berpenyakit, dan di dalamnya terdapat (virus) yang membinasakan. tetapi dalam tafsiran Lain menyatakan Qolbu itu bukan Hati tapi Ianya adalah JANTUNG, ini diisyaratkan jika seorang muslim sholat ada sebagian ulama yg cara bersedekap setelah takbirotul ihrom yaitu dengan memegang dada kiri tubuh badan, juga ditafsirkan dalam ayat qur'an lain bahwa Qolbu itu terletak di DADA ...Qolbu lladzi fii shudur....maka dalam bahasa english juga arti kata Heart adalah jantung bukan hati, jika hati bahasa englishnya adalah Liver, Wallohu'alam tentang makasud hati pada hadist ini, tetapi yg jelas ada hikmah yg besar dibalik semua ayat yg mutasyabihat itu..
Langganan:
Postingan (Atom)